Artificial Intelegence

Kebijakan Pajak E-commerce 2026 mencapai 10%

faradhita Aulia
18 February 2026
2 min read
Kebijakan Pajak E-commerce 2026 mencapai 10%

Pemberlakuan kebijakan pajak e-commerce sebesar 10% yang akan efektif mulai 1 Januari 2026. Kebijakan ini diperkirakan akan membawa perubahan signifikan dalam lanskap bisnis online di Indonesia.

Dampak Kebijakan Pajak 10%:

Peningkatan Harga Produk: Penjual kemungkinan besar akan membebankan sebagian atau seluruh biaya pajak ini kepada konsumen, yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa di platform e-commerce.

Penurunan Margin Keuntungan: Bagi pelaku bisnis online, terutama UMKM, kenaikan pajak ini bisa mengikis margin keuntungan yang sudah tipis. Hal ini menuntut mereka untuk lebih efisien dalam operasional atau mencari strategi penetapan harga yang baru.

Perubahan Perilaku Konsumen: Konsumen mungkin akan mencari alternatif belanja lain yang menawarkan harga lebih kompetitif, seperti pembelian langsung dari website toko atau melalui platform media sosial yang tidak terpengaruh pajak e-commerce.

Kompetisi yang Lebih Ketat: Platform e-commerce mungkin perlu menyesuaikan strategi mereka untuk tetap menarik penjual dan pembeli di tengah kebijakan baru ini, yang bisa memicu persaingan yang lebih ketat dalam hal promo dan layanan.

Alternatif untuk Bisnis Online:

Melihat potensi dampak tersebut, para pelaku bisnis online disarankan untuk mulai mempertimbangkan diversifikasi saluran penjualan mereka. Salah satu alternatif utama adalah membangun toko online sendiri di website pribadi.

Keuntungan Memiliki Website Toko Sendiri:

Kontrol Penuh: Anda memiliki kendali penuh atas desain, fungsionalitas, data pelanggan, dan kebijakan toko tanpa terikat aturan platform pihak ketiga.

Branding yang Kuat: Website sendiri memungkinkan Anda membangun identitas merek yang unik dan lebih profesional, meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Mengurangi Ketergantungan: Anda tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kebijakan dan biaya platform e-commerce yang sewaktu-waktu bisa berubah.

Fleksibilitas Pemasaran: Lebih leluasa dalam menerapkan strategi SEO (Search Engine Optimization) dan kampanye pemasaran digital lainnya untuk menjangkau target audiens.

Potensi Biaya Lebih Rendah Jangka Panjang: Meskipun ada investasi awal, biaya operasional jangka panjang bisa lebih efisien dibandingkan potongan komisi yang terus-menerus di platform.

Bagikan artikel:

Artikel Terkait

Firsty AI